Suddenly Stop Part 12: Pesan Dari Langit

Cerita cinta persahabatan remaja "Suddenly Stop" part 12
<< Cerita Suddenly Stop Part 11

Di kelas, hampir semua anak sudah datang, termasuk Langit. Aku sengaja tidak duduk di dekatnya. Dia menoleh ke arahku kemudian berbisik dengan seorang perempuan di dekatnya. Perempuan itu mendekatiku.

“Biru ya?”

“Iya. Kenapa?”

“Tadi Langit bilang, kamu dicariin sama senior, disuruh ke lapangan buat persiapan apel.”

Aku melirik ke tempat duduk Langit. Kami hanya berjarak tiga bangku. Kenapa dia harus menyuruh orang lain untuk bicara padaku? Dia itu memang orang yang malas bicara. Pertama bertemu saja seperti orang bisu.

“Oke. Makasih.”

“Sama-sama.”

“Eh nama kamu siapa?” tanyaku sebelum bergegas pergi.

“Melin.”

“Salam kenal.”

Keterlaluan sekali aku. Dua hari technical meeting dan sehari ospek, masih belum mengenal mereka. Aku memang susah mengingat nama mereka satu persatu karena jumlahnya cukup banyak.

Aku berlari menuju lapangan. Kulihat lelaki itu sudah berdiri di tengah lapangan sambil tangannya dilipat di dada. Aku pikir dia akan meneriakiku agar berlari lebih cepat lagi, ternyata salah, kali ini dia diam. Mungkin baterai megaphonenya habis, jadi dia sungkan berteriak.

“Buruan ke posisi!” katanya setelah aku baru saja sampai di depannya. Aku berlari menempati posisiku. Berdiri di sebelah kanan lapangan. Kami melakukan latihan lagi seblum apel dilaksanakan. Setelah di rasa cukup, apel dimulai. Mahasiswa dibariskan dengan rapih.

Petugas pembawa acara membacakan susunan acara satu per satu. Hingga pada saat pembina apel memberikan amanat, tiba-tiba saja aku pusing. Badanku goyah, sudah tidak setegak sebelumnya. Keringat dingin bercucuran, hingga aku merasa bajuku basah. Pandanganku mulai berkunang-kunang. Aku bertahan sampai beberapa menit, kemudian gelap.

Cerita Suddenly Stop Part 13 >>

Penulis: Anggita Aprilia Sari
Editor: Noval Irmawan
Gambar via jatim.metrotvnews.com

0 Response to "Suddenly Stop Part 12: Pesan Dari Langit"

Post a Comment