Suddenly Stop Part 9: Maaf, Salah Orang!

Cerita Cinta Remaja "Suddenly Stop" Part 9
<< Cerita Suddenly Stop Part 8

#2009

Aku tertegun, ternyata dia bukan Pita. Melainkan seorang lelaki dengan mata teduh, tapi tajam. “Hallo, Biru. Aku di sini,” Pita muncul dibalik tubuh lelaki itu. Dia tertawa jahat, kerena aku salah sasaran. Aku menelan ludah, kemudian nyengir kuda, “eh maaf, nggak sengaja,” kataku alih-alih menyembunyikan rasa malu. Yang kumintai maaf seperti tidak peduli, “permisi,” aku pamit dengan segera.

Kutarik tangan Pita, menyeretnya ke luar kantin. Dia masih tertawa jahat sambil memegangi perutnya, bahkan wajahnya sampai merah. Kuoleskan pasta coklat yang tersisa ke wajahnya, “boleh olesin sepuas kamu, Bi. Aku juga puas liat kamu malu,” dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. “Udah tuh, muka kamu cemong,” kataku kesal.

“Muka cemong bisa dicuci pake air. Nah kamu, dicuci pake apa muka malu kamu barusan?” ledeknya.

“Pita, kamu nyebelin.”

“Eh eh, cowok tadi tuh,” Pita mengalihkan pembicaraan dan membalikkan badanku ke arah kantin, “hai, cewek yang tadi ngolesin pasta coklat namanya Biru, Biru Rudea,” katanya ketika lelaki itu lewat di depan kami, “dia bilang salam kenal buat kamu,” lanjutnya. Aku tidak bisa berkata apapun, karena Pita menutup mulutku dengan tangan kanannya.

Kurasa dia sudah keterlaluan membuatku malu, kugigit tangannya dengan keras, “Aw sakit!” Aku berhasil terlepas darinya, “eh yang barusan dia bilang tuh nggak bener, nggak usah didengerin, dia emang orang gila!”, teriakku kepada lelaki itu. Dia berlalu tanpa memperdulikanku.

“Pita, bercandamu keterlaluan tau!” protesku.

“Iya iya aku minta maaf. Tapi dia ganteng juga loh, Bi.”

“Ganteng si ganteng, tapi kan....”

“Udah udah, kali aja dia jadi pacar kamu.”

“Gimana ceritanya? Dia ilfil banget deh kayanya ke aku, Ta. Waktu di kantin aku minta maaf, eh malah nggak digubris.”

“Ekhem ekhem, ada yang takut gebetannya jadi ilfil nih.”

“Eh, bukan gitu maksudku, Ta. Udah deh urusin aja tuh perjuangan kamu dapetin Kak Rio. Nggak usah ngurusin kisah cinta orang lain!”

“Kisah cinta orang lain? Berarti kamu ngarep banget pertemuan tadi bakalan jadi kisah cinta kamu?”

“Aduh, terserah kamu, Ta,” aku sudah bingung menjawab pertanyaan Pita. “Mending sekarang kita ke kamar mandi, bersihin muka kamu tuh,” kualihkan pembicaraan kami.

“Baik banget kamu, Bi. Kamu yang ngotorin mukaku dan kamu juga yang mau bersihin.”

“Aku cuma nemenin, kamu bersihin aja sendiri,” kataku lalu meninggalkannya.

“Eh, Ta. Tali sepatu kamu lepas tuh. Benerin dulu, nanti keinjek terus kamu jatuh loh,” teriaknya.

“Biarin!”

Cerita Suddenly Stop Part 10 >>

Penulis: Anggita Aprilia Sari
Editor: Noval Irmawan
Gambar via jatim.metrotvnews.com

0 Response to "Suddenly Stop Part 9: Maaf, Salah Orang!"

Post a Comment