Fenomena Kejadian Hilangnya Matahari Di Langit Amerika Pada Siang Hari

Fenomena Kejadian Hilangnya Matahari Di Langit Amerika Pada Siang Hari - Pada tanggan 24 september 1950 silam, amerika mengalami kejadian yang unik, yaitu, pada tengah hari mendadak langit cerahnya menjadi gelap seolah matahari telah menghilang dari langitnya. Banyak masyarakat amerika yang menganggap bahwa “matahari telah menghilang” yang menandakan ahir dunia telah tiba.

Fenomena yang terjadi di amerika tersebut disebut sebagai “black Sunday”. Hilangnya matahari ini disebabkan karena pada tanggal 23 september terjadi sebuah kebakaran hutan di utara alberta, kanada, ada juga sumber yang menyatakan kebakaran terjadi di swedia. Asap yang mengepul dilangit amerika ini disebut-sebut sebagai sebab langit menjadi gelap di siang bolong.
Fenomena Kejadian Hilangnya Matahari Di Langit Amerika Pada Siang Hari

Seorang ahli klimatologi asal kananda, seperti yang dilangsir di BBC menyatakan “Jika terbangun pada siang hari, kamu akan mengira bahwa itu adalah tengah malam. Orang-orang berpikir bahwa hal tersebut sebagai akibat serangan nuklir atau gerhana Matahari".

Kebakaran yang terjadi dikabarkan begitu hebatnya sehingga asapnya membuat amerika seolah menjadi malam di siang hari. Kecepatan angin pada waktu itu membuat asap terbang ke arah timur dan selatan dengan kecepatan yang luar biasa. Anggapan masyarakatpun menganggap telah terjadi gerhana matahari, malah ada yang mengira telah terjadi serangan nuklir.

Kondisi api pada saat kebakaran terjadi disebutkan telah menghasilkan tetsan minyak dalam skala yang besr dibarengi dengan ukuran yang pas untuk menghamburkan cahaya menjadi warna merah dan kuning.

Fenomena Blue Moon/ Bulan Biru
Efek kebakaran tersebut juga membuat fenomena lain di siang dan malamnya, fenomena yang disebut sebagai “Blue Moon”. Kejadian itu membuat daerah sepanjang Amerika Utara dan Inggris memiliki matahari dan bulan yang berganti warna. Warna yang muncul yaitu warna ungu lavender pada matahari dan warna bluebell pada bulannya.

Fenomena blue moon atau bulan biru adalah peristiwa munculnya bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan yang sama. Normalnya fenomena ini hanya terjadi satu kali dalam setiap bulannya selama sepanjang tahun.

Namun, ada pengecualian dalam hal ini yang mengakibatkan bumi mengalami purnama ekstra karena faktor tidak singkronnya antara rotasi bulan dan bumu. Bulan mengalami rotasi 29 hari sementara bumi mengalami 30 hari, kecuali ketika bulan februari. Kejadian seperti ini menurut SPACE terjadi setiap 2,7 tahun sekali

Kata blue pada blue moon tidak selalu memiliki arti biru. Dalam bahasa kuno, kata blue pada kata yang melekat sebelum kata benda memiliki arti “penghianat”. Penghianatan ini di maksudkan bahwa bulan purnama harusnya datang hanya satu kali setiap bulan bukannya dua kali.

Selain kebakaran hutan, blue moon juga bisa terjadi karena terjadinya ledakan gunung berapi, seperti kejadian meletusnya gunung krakatau di indonesia tahun 1883 silam. Letusan gunung ini dianggap sebagai ledakan nuklir berkekuatan 100 megaton. Dahsyarnya letusan gunung krakatau ini dilaporkan bahwa debunya hampir menutupi bumi.

NASA menyebutkan bahwa ketika krakatau meletus, debu fulkanik yang bertebaran di angkasa menyebabkan bulan memiliki warna biru, dan juga hijau, sementara matahari menjadi berwarna ungu kala itu.

0 Response to "Fenomena Kejadian Hilangnya Matahari Di Langit Amerika Pada Siang Hari"

Post a Comment