Liputan Pesawat Jatuh, Wartawan TV Diintimidasi

Liputan Pesawat Jatuh, Wartawan TV Diintimidasi -  Cilacap, Seorang wartawan televisi swasta Nasional wilayah Cilacap mengaku mendapatkan intimidasi hingga kekerasan saat melakukan peliputan pesawat latih yang jatuh di area sawah di Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap, Rabu (19/10), Sseperti dilansir dari KBRN Purwokerto.

Akibatnya, kamera video yang digunakan untuk meliput mengalami kerusakan.
Liputan Pesawat Jatuh, Wartawan TV Diintimidasi

Ian Sutriana, jurnalis TV One mengaku, peristiwa itu terjadi saat ia tiba di lokasi jatuhnya pesawat latih.

“Saya kan baru sampai mas, dan otomatis angkat kamera untuk mengambil gambar-gambar di lokasi. Belum juga saya rekam, saya didatangi beberapa orang berseragam merah hati yang langsung melarang saya mengambil gambar” terang Ian.

Tak hanya itu, Ian menyebutkan salah seorang diantaranya bahkan melayangkan pukulan yang kemudian mengenai kamera yang sedang dipegang.

“Ada yang berusaha memukul saya, untung gak kena, tapi kena ke kamera. Ada bekas garis-garis di lensa kamera yang berdampak pada gambar yang tidak sempurna lagi. Saya tidak tahu nama pelakunya, tapi jelas terekam kamera” ujarnya.

Peristiwa itu tidak berlangsung lama, setelah beberapa orang meredam keributan tersebut.

Ian sendiri menyayangkan perlakuan pihak sekolah penerbang yang dinilai berlebihan.

“Saya tidak mendekat ke lokasi yang digaris polisi, jaraknya jauh. Lalu ini juga sawah warga, bukan milik sekolah penerbang Perkasa yang pesawatnya jatuh.  Jadi tidak ada alasan mereka melarang kami liputan” tegasnya.

Ditambahkan Ian, pihak sekolah penerbang sudah meminta maaf atas kejadian ini.“Ya tadi dari pihak Perkasa Flight School sudah minta maaf dengan alasan karena penampilan saya disebut tidak mencerminkan wartawan dan tidak menunjukkan kartu identitas wartawan. Namun saya tegaskan, dari awal saya sudah ijin bahwa saya sebagai jurnalis dari TV One” ungkapnya.

Wakapolres Cilacap, Kompol Hary Ardianto yang berada di lokasi kejadian menyatakan agar kedua pihak saling menahan diri dan bisa menyelesaikan hal ini secara kekeluargaan.

“Silakan diselesaikan dengan baik-baik saja, dan saling memaafkan” katanya.

Terpisah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Cilacap, M. Sobirin menyayangkan sikap pihak sekolah penerbang yang disebutnya sebagai bentuk arogansi.

“Saya sangat menyayangkan perlakuan arogansi ini kepada wartawan. Informasi yang saya terima, tidak hanya Ian Sutriana, tapi juga wartawan cetak media lokal, sempat beradu mulut karena dilarang mengambil gambar” tegasnya.

Dikatakan Sobirin, kejadian kecelakaan tersebut di tempat terbuka yang bisa diakses oleh masyarakat umum.

“Lokasi kejadian itu tempat umum, bukan tempat tertutup yang memang harus terjaga kerahasiaannya, misalanya di komplek militer. Karena ini wilayah publik, tidak diperbolehkan ada larangan bagi media melakukan liputan” pungkasnya. (UF/BmsN)

0 Response to "Liputan Pesawat Jatuh, Wartawan TV Diintimidasi "

Post a Comment