Macam-Macam Unsur Intrinsik dalam Novel (Lengkap)

Unsur-Unsur Novel

a. Unsur Intrinsik

Macam-Macam Unsur Intrinsik dalam Novel (Lengkap)
Sumber Gambar ; kakakpintar.com

1) Tema

Tema atau theme adalah makna yang dikandung oleh sebuah cerita.  Dapat dimaknai tema adalah makna yang dapat merangkum semua elemen dalam cerita dengan cara yang paling sederhana. Dalam sebuah karya, cara termudah untuk mengenali tema adalah dengan cara mengamati secara teliti pada setiap konflik yang terdapat didalamnya.  Dalam setiap aspek cerita turut mendukung kehadiran tema. Maka dari itu, dalam melakukan pengamatan harus dilakukan secara komprehensif, peristiwa, karakter, sampai objek yang jika dilihat sekilas akan nampak tidak relevan dengan alur utama.

2) Alur / Plot

Alur merupakan rangkaian peristiwa dalam sebuah cerita. Cerita akan sulit untuk dimengerti jika tanpa adanya pemahaman terhadap peristiwa-peristiwa yang menghubungakan alur, hubungan kausalitas dan keberpengaruhannya. Keingin tahuan, harapan, maupun berbagai perasaan serta tanda tanya pembaca diperankan oleh alur dalam menyajikan cerita.

3) Tokoh

Dalam hal tokoh, biasanya dipakai dalam dua konteks. Pertama, merujuk pada individu-individu yang muncul dalam cerita. Kedua, merujuk pada percampuran dari berbagai kepentingan, keinginan, emosi, dan prinsip moral dari individu-individu tersebut. Sebagian besar cerita dapat ditemukan satu karakter utama, yaitu yang terkait dengan semua peristiwa yang berlangsung dalam cerita.

4) Latar

Lingkungan yang melingkupi sebuah peristiwa dalam cerita, semesta yang berinteraksi dengan peristiwa-peristiwa yang sedang berlangsung. Latar dapat berwujud dekorasi sebuah tempat, dapat juga berwujud waktu-waktu tertentu seperti hari, bulan, tahun, cuaca ataupun satu periode sejarah.

5) Point of View atau sudut pandang

Unsur ini adalah merupakan pusat dari kesadaran tempat kita dapat memahami setiap peristiwa dalam cerita. Point of view terbagi menjadi empat type:

a)  Orang pertama-utama, yaitu sang karakter utama bercerita dengan kata-katanya sendiri. Sudut pandang orang pertama-utama memungkinkan kita untuk mengalami apa yang dialami oleh tokoh utama, sehingga dapat menjalaninya seolah-olah nyata.

b)  Orang pertama-sampingan, yaitu cerita dituturkan oleh satu tokoh bukan utama. Narator dapat menggambarkan tokoh utama secara langsung sekaligus mengomentari perilakunya. Keunggulan lain, pengarang dapat menciptakan berbagai ketegangan dan kejutan dengan cara menyembunyikan pemikiran tokoh utama.

c)  Orang ketiga terbatas, yaitu pengarang mengacu pada semua tokoh serta memposisikannya sebagai orang ketiga, tetapi hanya menggambarkan apa yang dilihat, didengar, dan dipikirkan oleh satu tokoh saja.

d)  Orang ketiga-tidak terbatas, pengarang mengacu pada semua tokoh serta memposisikannya sebagai orang ketiga. Pengarang juga dapat membuat beberapa tokoh melihat, mendengar dan berpikir ketika tidak ada satupun tokoh hadir.

6) Gaya Bahasa

Gaya adalah cara pengarang dalam menggunakan bahasa. Meskipun dua orang menggunakan alur, tokoh dan latar yang sama, hasil tulisan keduanya bisa sangat berbeda. Perbedaan tersebut secara umum terletak pada bahasa dan menyebar dalam berbagai aspek, seperti kerumitan, ritme, panjang-pendek, detail, humor serta banyaknya imajinasi dan metafora.

Beberapa pengarang mungkin memiliki gaya yang unik dan efektif, sehingga dapat dengan mudah dikenali, bahkan pada saat pembacaan pertama. Disamping itu, gaya juga dapat terkait dengan maksud dan tujuan cerita.

7) Moral



Unsur ini menunjuk pada pengertian tentang baik-buruk yang diterima mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, akhlak, budi pekerti, susila. Biasanya mencerminkan pandangan hidup pengarang yang bersangkutan, pandangannya tentang nilai-nilai kebenaran. Hal inilah yang sesungguhnya ingin disampaikan kepada pembaca. Moral adalah merupakan representasi dari ideologi pengarang.

0 Response to "Macam-Macam Unsur Intrinsik dalam Novel (Lengkap)"

Post a Comment