MUI Menegaskan Sikap Tak Akan Cabut Fatwa Tentang Kasus Ahok Menistakan Al-Qur'an

MUI Menegaskan Sikap Tak Akan Cabut Fatwa Tentang Kasus Ahok Menistakan Al-Qur'an - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan, tidak ada pihak-pihak yang berusaha menekan MUI atas pernyataan sikapnya terhadap kasus Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan al-Maidah ayat 51.

Sebelumnya, publik menilai bahwa ada permainan antara pihak tertentu yang membuat MUI mengeluarkan fatwa bahwa Ahok menistakan Agama dalam kasus penghinaan Al-Maidah 51. Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin mengatakan pernyataan Ahok meresahkan masyarakat sehingga MUI mengkaji dan menyampaikan sikap mereka.
MUI Menegaskan Sikap Tak Akan Cabut Fatwa Tentang Kasus Ahok Menistakan Al-Qur'an

Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi seperti yang dilangsir oleh republika (16/10/16), menyampaikan "Tidak ada pihak yang menekan MUI untuk menarik pendapat dan sikap keagamaan MUI terhadap saudara Ahok terkait surah al-Maidah ayat 51,"

Zainut menambahkan, bahwa MUI adalah Ormas yang Independen dan memiliki otoritas untuk menyampaikan pendapatnya. "Dan MUI tidak akan bergerak sedikit pun (bergeming) dengan sikapnya jika itu diyakini kebenarannya," lanjut Zaimut

Ada beberapa poin sikap yang membuat MUI ,menyatakan sikap terkait kasus Ahok tersebut, seperti yang dilangsir republika, yaitu :

Pertama,  Al-Qur'an surah Al Maidah ayat 51 secara eksplisit berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin. Ayat ini menjadi salah satu dalil larangan menjadikan non-Muslim sebagai pemimpin

Kedua, MUI menilai pernyataan yang menyebut kandungan surah Al Maidah ayat 51 adalah sebuah kebohongan, hukumnya haram dan termasuk penodaan terhadap Alquran.

Ketiga, menyatakan bohong terhadap ulama yang menyampaikan ayat Al Qur'an tersebut merupakan penghinaan terhadap ulama dan umat Islam dan memiliki konsekuensi hukum. (ZN/BmsN)

0 Response to "MUI Menegaskan Sikap Tak Akan Cabut Fatwa Tentang Kasus Ahok Menistakan Al-Qur'an"

Post a Comment