Pak Beye Lebaran Kuda

Pak Beye Lebaran Kuda - Baru baru ini publik diramaikan dengan beberapa peristiwa yang memang ramai dibicarakan dari kalangan dan semua strata sosial masyarakat, dari tukang becak hingga mantan presiden RI yang selama 2 periode memimpin Republik tercinta ini. Hal ini tentu saja menjadi sebuah bahan yang empuk bagi media media untuk membuat suatu berita apalagi yang muncul adalah mantan orang nomer satu di Indonesia yang mencetak sejarah dengan membuat beberapa Album rekaman suaranya yang indah.
Pak Beye Lebaran Kuda

Tapi kenapa gaya khas dari pak Beye kurang mendapat apresiasi dan tanggapan positif dari masayarakat? Apakah selera masyarakat belum mampu menjangkau selera pak Beye yang tinggi?

Kembali ke pokok bahasan. Pasca menjabat sebagai mantan Presiden, Pak Beye beberapa kali muncul di Televisi dan media dengan gayanya yang khas dan masih teringat setiap dia berbicara pada konferensi pers sejak dulu pasti ada kata "dan saya turut prihatin" sembari mengelus dada dan, sudahlah jangan dibahas nanti saya ikut prihatin. Tetapi mengapa fashion pak Beye jarang sekali bahkan tidak pernah menjadi viral di media? Kira kira kenapa ya? Hemm.

Padahal Presiden kita saat ini yaitu bapak Joko Widodo alias pak Joko itu sering kali menjadi trend fashion ketika dia memakai sesuatu misalkan ketika ia mencalonkan diri menjadi Gubernur dengan kemeja kotak kotak, lantas di pasar tanah abang kemeja kotak kotak menjadi laku keras bahkan pembelinya dari luar jakarta. Kemudian pada saat kadi presiden, sepatu yang ia kenakan pun rame dibicarakan, padahal hanya produksi dalam negeri yang harganya ratusan ribu rupiah saja.

Trend terbaru saat ini adalah jaket yang dikenakan jokowi pada saat pidato jumpa pers 4 november kemarin menjadi viral dan ramai diperbincangkan. Usut punya usut ternyata harga jaket tersebut hanya Rp. 1 jt saja. Tapi kenapa ramai yah? Heran saya

Kenapa kemaren pada saat pak beye mengadakan jumpa pers dengan mengenakan kemeja biru kalau tidak salah dan memakai rompi seperti itu tidak jadi ramai dan menjadi trend di sini? "saya jadi turut prihatin dengan hal itu" sambil mengelus dada. Bahkan yang sekarang jadi perbincangan hangat malah kata - kata "lebaran kuda" yang dilontarkan pak Beye pada saat itu menjadi bahan laporan beberapa Alumni HMI ke pihak kepolisian, ini kok lebaran kuda mau di bawa ke kantor polisi? Usut punya usut ternyata beberapa alumni HMI tersebut merasa bahwa kalimat Lebaran Kuda yang diucapkan pak Beye itu berindikasi menimbulkan konflik berkepanjangan di negara kita ini.

Fokus pada bahasan kita ya, lebaran kuda. Lebaran kuda pada dasarnya adalah ungkapan atau istilah yang digunakan untuk mengganti kata mustahil atau waktu yang belum ditentukan. Bukan bermaksud mengatakan bahwa kuda juga lebaran ya. Seketika wibawa yang dibawanya selama sepuluh tahun di Negeri ini lenyap ketika muncul kalimat tersebut. Dan kenapa lagi lagi HMI? Duh, ini yang lebaran kuda siapa?.

Mungkin kedepanya akan banyak istilah istilah yang bermunculan seperti lebaran gajah, atau nunggu gajah bertelur, atau yang lainya toh jika atas nama agama, menghina orang dianggap biasa saja. Dan bagi kuda yang mau lebaran harap memberikan keterangan terkait tempat dan tanggal. Biar pak Beye bisa hadir dalam rangka lebaran kuda itu, ya itupun kalau di undang. Ahir kata saya mengucapkan minal aidin wal faizin selamat lebaran kuda pak Beye
Oleh : Zulfikar Abduloh Iman Hakiki @Fb : Izul Sidawijaya @IG :  @kiezulfikar @Twit : @zulfikaromen

0 Response to "Pak Beye Lebaran Kuda "

Post a Comment