Dua Terdakwa Tipikor Dana Hibah dan Bansos Adalah Pejabat Pemprov Sumatra Selatan

Dua Terdakwa Tipikor Dana Hibah dan Bansos Adalah Pejabat Pemprov Sumatra Selatan

Dua Terdakwa Tipikor Dana Hibah dan Bansos Adalah Pejabat Pemprov Sumatra Selatan - Palembang, Sidang atas kasus dugaan korupsi pencairan dana hibab dan bantuan sosial tahun 2013 dimulai. Dalam kasus dugaan korupsi ini, dua nama pejabat pemerintah Provinsi Sumatra Selatan menjadi terdakwa dalam kasus tersebut. Kedua terdakwa tersebut adalah anak buah Gubernur Sumatra Selatan Alexx Noerdin, yaitu Ikwanudin dan Laoma PL Tobing

Ikhwanudin adalah mantan Kepala di Kesbangpol Linmas Sumatra Selatan, yang saat ini sedang menjabat sebagai Asisten 1 Setda Sumatra Selatan pada Bidang Pemerintahan. Sementara, Laoma PL Tobing sedang menjabat sebagai Kepala BPKAD Sumatra Selatan

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus dugaan korupsi ini menilai bahwa dua orang terdakwa telah merugikan Negara dengan total kerugian 21 Miliar Rupiah. JPU menuding bahwa da orang terdakwa telah melanggar Pasal 2 ayat 1 UU Tipikor dan juga Pasal 55 ayat 1 KUHP

JPU Tasrifin mengatakan bahwa tuduhan tersebut memiliki alasan ang kuat karena dugaan yang dilakukan kedua tersangka telah melakukan tindakan korupsi secara bersama - sama

“Mereka diduga telah melakukan perencanaan, penyaluran, penggunaan dan pertanggungjawaban dana hibah dan bansos 2013. Total kerugian negara sebesar Rp 21 miliar dari total anggaran Rp 2,3 triliun,” ujarnya di tengah sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Palembang, Senin 13 Maret 2017 seperti dikutip pada laman liputan6.com

Pada kasus tersebut, Ikhwanudin diduga telah melakukan pemberian dana hibah dan bantuan sosial kepada lembaga LSM dan Ormas tanpa melakukan verifikasi dan evalusi kepada lembaga penerima bantuan tersebut

Dari data yang disampaikan, dana hibah dan bantuan sosial dikeluarkan sebesar 16 Miliar Rupiah. Dari dana – dana tersebut, ada 382 dari sekitar 2000-an penerima bantuan dana hibah dan bantuan sosial yang bermasalah. Masalah tersebut adalah adanya pelaporan fiktif dan pemotongan kucuran dana

Ditambah lagi bahwa penyelewengan dilakukan dengan memberikan dana hibah dan bantuan sosial kepada lembaga/ penerima yang tidak memnuhi persyaratan sebagai penerima dana tersebut

Sementara itu, Laoma PL Tobing di duga telah melakan tipikor dengan melakukan pencairan dana hibah dan bantuan sosial sebesar 5 Miliar Rupiah. Dana hibah dan bantuan sosial tersebut Laoma berika kepada 75 orang anggota DPRD Sumatra Selatan

Dana 5 miliar tersebut adalah dana dalam bentuk proposan penambahan dana reses yang sebelumnya senilai 2,5 Miliar menjadi 5 Miliar tanpa adalnya prosedural yang jelas

Meskipun keduanya (Ikwanudin dan Laoma PL Tobing) telah menjadi terdakwa, namun pihak Majelis Hakim yang dipimpin oleh Humas PN Palembang, Saiman belum melakukan penahanan kepada kedua terdakwa tersebut. Namun, jika dalam sidang selanjutna salah satu atau kedua tidak bisa hadir maka kemungkinan pihak Majelis Hakim akan menahan kedua terdakwa tersebut

0 Response to "Dua Terdakwa Tipikor Dana Hibah dan Bansos Adalah Pejabat Pemprov Sumatra Selatan"

Post a Comment